Cara Lindungi Hape Android dari Malware Tanpa Antivirus

Saya tau persis bagaimana pahitnya komputer diserang virus. Dulu waktu masih kuliah, laporan yang telah saya kerjakan berminggu-minggu harus lenyap dan hanya tersisa sebuah dokumen yang berisi kotak-kotak saja.

Antara mau nangis bercampur kesal jadi satu, dan apesnya saya tidak punya cadangan file sehingga harus ulang dari awal.

Dari pengalaman tersebut akhirnya sadar bagaimana pentingnya mengupdate dan menginstal antivirus di komputer.

Lalu..bagaimana dengan perangkat dengan OS Android..? apakah sistem operasi besutan google ini sama rentannya dengan Windows...?

Lagiupula saat ini saya lebih banyak menggunakan perangkat Android setiap harinya dibanding komputer karena sebagian besar fungsi komputer juga bisa dikerjakan di sana.

Menurut informasi yang didapat dari http://nextren.grid.id Android juga rentan terkena virus seperti Windows.

Tetapi hal tersebut dapat dengan mudah dihindari jika kita melakukan langkah antisipasi lebih dini.
Apa saja langkah antisipasi yang dimaksud...?

Berikut penjelasannya.

5 Langkah Agar Hape Android Terhindar Virus / Malware

Cara Lindungi Hape Android dari Malware Tanpa Antivirus

1. Jalankan Update Perangkat Lunak Android

Update perangkat lunak Android tidak hanya sekedar merubah tampilan, menambah aplikasi baru atau sekedar buang-buang kuota.

Fungsi update perangkat lunak Android sebenarnya lebih dari itu. Didalam file pembaruan sistem terdapat patch keamanan terbaru yang akan melindungi perangkat anda dari serangan Malware yang terkadang (tidak pernah) kita sadari.

Malware Android biasanya mengincar data keuangan karena saat ini transaksi pembayaran sudah semakin mudah lewat smartphone.

Untuk itu jangan pernah tunda untuk mengunduh pembaruan perangkat lunak apabila tersedia untuk perangkat Android anda.

Korban kuota beberapa ratus MB tidak jadi sebanding dengan kehilangan data keuangan yang ada di hape anda bukan...?

Baca Juga :

Cara Upgrade Android J2 Pro 2018 Dengan Mudah

2. Download Aplikasi Hanya Melalui Google Playstore

Google sudah menyediakan toko aplikasi Palystore untuk kita sebagai tempat utama mendapatkan aplikasi maupun memperbaharui versi aplikasi yang sudah terinstal.

Aplikasi dari Google Playstore sangat aman dari serangan Malware. Google secara berkala melakukan razia aplikasi dan seperti yang diberitakan kompas.com, ribuan aplikasi yang ditenggarai mencuri pulsa pengguna telah dibabat habis.

Google membenamkan sistem keamanan terbaru yang diberinama Play Protect. Sistem keamanan ini akan memindai tiap aplikasi yang ada di playstore secara rutin serta mengecek kembali aplikasi yang coba kita pasang dengan seksama.

Saya pribadi pernah mengalami sendiri bagaimana ganasnya Google Play Protect ini. Aplikasi Vidmate yang saya dapat dari teman terindikasi mencoba mengakses data pribadi langsung dibabat habis dari sistem hape.

Padahal sebenarnya aplikasi vidmate tersebut saya perlukan untuk mendownload video kesukaan saya yang ada di youtube.

3. Jangan Sembarang Memberikan Permision Aplikasi

Beberapa waktu lalu publik dibuat geger dengan maraknya tingkah aneh para debt colector yang merupakan penagih hutang dari aplikasi pinjam uang online.

Tingkah aneh yang dimaksud adalah ada orang yang tiba-tiba dihubungi oleh debt coletor padahal yang bersangkutan tidak pernah meminjam uang dari aplikasi tersebut.

Debt colector tersebut sebenarnya tidak menagih, tetapi meminta orang terebut untuk memberitahukan temannya yang memiliki tunggakan utang di aplikasi pinjam uang online agar segera membayar tunggakannya.

Yang bikin penasaran adalah bagaimana cara debt colector tersebut mengetahui nomor kontak teman atau kerabat terdekat yang sering dihubungi si peminjam uang.

Ternyata penyebab debt colector dapat dengan mudah mengetahui nomor kontak teman dan kerabat adalah si peminjam memberikan akses ke kontak sehingga aplikasi dapat dengan mudah membaca pesan dan panggilan dari nomor hape yang didaptarkan.

Untuk itu, mulai sekarang lebih hati-hatilah dalam memberikan permision aplikasi. Meskipun kasus diatas bukan serangan virus yang dapat mencuri data keuangan, tapi kalau ditelpon debt colector setiap hari kayaknya sama susahnya dengan hape diserang virus.

4. Jangan Pernah Unlock Bootloader

Semua ponsel Android yang beredar saat ini dipastikan Bootloadernya dalam kondisi terunlock (terkunci).

Malahan pabrikan hape seperti Huawei tidak mengijinkan perangkatnya samasekali untuk dibuka bootloadernya .

Sementara untuk melakukan itu(Unlock Bootloader) hanya dapat dilakukan lewat bantuan fihak ketiga dengan biaya ratusan dolar.

Berbeda dengan Huawei, Xiaomi sedikit longgar dengan menyediakan layanan Mi Unlock bagi pengguna yang mau mencoba ROM selain MIUI.

Tujuan pabrik mengunci bootloader tidak lain dan tidak bukan untuk melindungi konsumen dari serangan Malware. Bootloader sendiri merupakan gerbang yang akan mengarahkan kernel sistem operasi agar booting dengan normal.

Jika gerbang itu dibuka, maka pertahanan pertama hape anda dari serangan Malware sudah jebol dan Malware dapat begitu mudah berseliweran di sistem tanpa kita sadari.

5. Jangan ROOT Hape Anda

Dengan anda membuka status bootloader menjadi terbuka, anda sekarang juga bisa melakukan tweak sistem dengan terlebih dahulu memiliki hak akses administrator via ROOT hape.

Setelah perangkat di ROOT, anda dapat dengan mudah merubah pengaturan apapun yang ada didalam sistem sesuka anda.

Tapi tahukah anda jika setelah anda nge-ROOT hape anda, sistem telah terbuka untuk dimasuki oleh Malware dengan bebas.

Ibaratnya, setelah gerbang rumah terbuka (Unlock bootloader) anda sekarang membuka pintu rumah anda (ROOT) dan mempersilahkan semua orang bisa masuk entah itu mau mencuri atau tidak.

Untuk itu, kalau anda masih peduli dengan data pribadi anda sebaiknya hindarilah untuk melakukan 5 hal tersebut diatas.

Penutup

Demikian informasi tentang cara menghindari serangan Malware pada hape Android tanpa antivirus yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan.

Terimakasih 
close